Berdasarkan informasi yang dirilis Kementerian Kesehatan Gaza, sebanyak 466 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia akibat malnutrisi dan kelaparan sejak 2024, dan termasuk 157 diantaranya adalah anak-anak.
Selain itu, ia juga memaparkan bahwa 1,4 juta warga Palestina kini menghadapi genosida berkepanjangan dan rawan pangan akut akibat blokade yang mengakibatkan kurangnya pasokan air dan pangan.
Di masa modern yang sebagian besar negara sudah merdeka dan memperoleh hak-hak dasarnya sebagai manusia, Palestina justru masih harus berjuang keras untuk hidup dan menghadapi penindasan demi penindasan dari penjajah.
Maka dari itu, Yayasan Amanah Kemanusiaan Global (AMAL) bersama Asar Humanity melakukan kolaborasi kebaikan lewat distribusi 400 hot meals ke Gaza Utara, tepatnya di Camp Yarmouk yang nantinya bisa dinikmati oleh 1.200 warga setempat.
Bantuan makanan ini dihadirkan sebagai upaya dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang harus bertahan di tengah keterbatasan. Dengan jumlah penerima manfaat tersebut, penyaluran ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan dukungan bagi warga yang terdampak krisis kemanusiaan.
Bantuan pangan ini tentunya bukan sekadar tentang mengisi perut, melainkan bentuk kepedulian yang hadir di tengah ketidakpastian hak asasi. Setiap porsi yang dibagikan diharapkan bisa membawa pesan tentang perjuangan Palestina dalam pembebasan Baitul Maqdis.
Kolaborasi antara AMAL dan Asar Humanity ini menjadi bukti bahwa kepedulian bisa diwujudkan lewat kerjasama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Upaya ini diharapkan bisa meringankan beban warga Camp Yarmouk secara khusus, dan Palestina pada umumnya.
Mari terus hadir dan menguatkan saudara-saudara kita di Palestina. Sebab, setiap aksi kebaikan memiliki arti bagi mereka yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah situasi yang sulit.